Persyaratan pembangunan Green Data Center

Green Data Center adalah fasilitas penyimpanan data yang dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan melalui penggunaan teknologi yang efisien energi, pengurangan limbah, dan implementasi praktik ramah lingkungan. Berikut adalah persyaratan dan framework yang umumnya diterapkan dalam pembangunan Green Data Center:

Persyaratan Green Data Center:

  • Efisiensi Energi:
    • Penggunaan Peralatan Hemat Energi: Memanfaatkan perangkat keras dan infrastruktur IT yang memiliki efisiensi energi tinggi, seperti server, penyimpanan, dan jaringan yang disertifikasi dengan standar efisiensi energi (misalnya, ENERGY STAR).
    • Pendinginan Efisien: Implementasi sistem pendinginan yang canggih seperti pendinginan free-air atau pendinginan cair yang lebih efisien dari pendinginan tradisional.
    • Optimalisasi Daya: Penggunaan sistem distribusi daya yang efisien dan pengelolaan daya yang optimal untuk meminimalkan konsumsi energi.
  • Penggunaan Energi Terbarukan:
    • Sumber Energi Ramah Lingkungan: Menggunakan energi dari sumber terbarukan seperti tenaga surya, angin, atau air untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
    • Penggunaan UPS dan Baterai yang Ramah Lingkungan: Memanfaatkan teknologi baterai dan UPS (Uninterruptible Power Supply) yang lebih ramah lingkungan dan memiliki umur panjang.
  • Pengelolaan Limbah dan Daur Ulang:
    • Daur Ulang Perangkat: Pengelolaan daur ulang perangkat keras yang sudah tidak terpakai dan pengurangan limbah elektronik (e-waste).
    • Pengelolaan Air: Mengoptimalkan penggunaan air dalam sistem pendinginan dan menerapkan teknik pengelolaan air yang efisien.
  • Desain Arsitektur Ramah Lingkungan:
    • Optimasi Tata Letak: Desain bangunan yang mengoptimalkan sirkulasi udara dan meminimalkan penggunaan pendinginan.
    • Material Bangunan Hijau: Penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan memiliki jejak karbon rendah.
  • Monitoring dan Pengukuran:
    • Pengukuran Efisiensi: Implementasi sistem monitoring dan pengukuran kinerja energi seperti PUE (Power Usage Effectiveness) untuk mengukur efisiensi operasional data center.
    • Sertifikasi dan Audit: Melakukan audit energi secara berkala dan memperoleh sertifikasi green building seperti LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) atau Green Building Council.